Featured Posts
Minggu, 11 Agustus 2013
Senin, 15 Juli 2013
SUPER SANLAT
Kunjungi pula Gruf
Ayo segera Daftar sebelum kehabisan!!!
Informasi Pendaftaran ke :
02292303282 (bang Isma)
089661935625 /081322185738
Rabu, 12 Juni 2013
Institute Of Creative and Entrepreneurship (ICE)
Institute Of Creative and Entrepreneurship (ICE) merupakan fasilitas yang diharapkan mampu mewadahi insan Kreatif dalam menyalurkan kreatifitasnya, untuk kemakmuran dan kemamfaatan umat manusia.
ICE adalah fasilitas nonfisik yang independen serta non profit yang mewadahi kumpulan komunitas-komunitas kreatif dan Entrepreneurship
Visi
Membangun generasi baru yang kreatif dan mandiri berdasarkan prinsif-prinsif egaliter dan kebedaan secara kultural
Misi :
- Mengembangkan Komunitas-komunitas Kreatif dan entrepreneurship di Indonesia dan menjembatani dialog dan kerja sama antar komunitas kreatif
- Membuat program yang dirancang untuk memberikan pengalaman, dukungan, konsultasi dan jaringan (networking) untuk menciptakan peluang-peluang bisnis baru(ekonomi kreatif), pengembangan teknologi dan produk kretaif.
Nilai Dasar :
- Kreatif
- Egaliter
- Mandiri
Rabu, 22 Mei 2013
Kreatifitas Itu Apa?
1.
Kreativitas sebagai Proses
- Kreativitas adalah suatu proses
yang menghasilkan sesuatu yang baru,
apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan
yang baru (Hurlock 1978)
- Proses kreatif sebagai “
munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu
di satu pihak, dan dari kejadian, orang-orang, dan keadaan hidupnya dilain
pihak” (Rogers,
1982)
Penekanan pada :
- aspek baru dari produk kreatif yang dihasilkan
- aspek interaksi antara individu dan
lingkungannya / kebudayaannya
- Kreativitas
adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam
berbagai aspek kehidupannya. Tujuan pembangunan diri itu ialah untuk menikmati
kualitas kehidupan yang semakin baik (Alvian, 1983)
-
Kretaivitas
adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas)
dan originalitas dalam berfiir (Utami Munandar, 1977).
-
Guilford
(1986) menekankan perbedaan berfikir divergen ( disebut juga berfikir kreatif) dan berfikir konvergen.
Berfikir Divergen : bentuk
pemikiran terbuka, yang menjajagi macam-macam kemungkinan jawaban terhadap
suatu persoalan/ masalah.
Berfikir Konvergen:
sebaliknya berfokus pada tercapainya satu jawaban yang paling tepat terhadap
suatu persoalan atau masalah
Torrance (1979) menekankan adanya
ketekunan, keuletan, kerja keras, jadi jangan tergantung timbulnya
inspirasi
2.
Kreativitas sebagai Produk
-
Kretaivitas
sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru (1965).
-
Kecuali
unsur baru, juga terkandung peran faktor lingkungan dan waktu (masa).
Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan)
oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli
lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama
bagi si pencipta sendiri.
-
Kreativitas
atau daya kreasi itu dalam masyarakat yang progresif dihargai sedemikian
tingginya dan dianggap begitu penting sehinnga untuk memupuk dan
mengembangkannya dibentuk laboratorium atau bengkel-bengkel khusus tang tersedia tempat, waktu dan
fasilitas yang diperlukan (Selo Sumardjan 1983).
Beliau mengingatkan pentingnya bagian Desain
dan Penelitian dan Pengembangan sebagai bagian yang vital dari
suatu industri
3.
Kreativitas ditinjau dari segi
Pribadi
-
Kreatifitas
merupakan ungkapan unik dari seluruh pribadi sebagai hasil interaksi individu,
perasaan, sikap dan perilakunya.
-
Kreatifitas
mulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biasanya
seorang individu yang kreatif memiliki sifat yang mandiri. Ia tidak merasa
terikat pada nilai-nilai dan norma-norma umum yang berlaku dalam bidang
keahliannya. Ia memiliki system nilai dan system apresiasi hidup sendiri yang
mungkin tidak sama yang dianut oleh masyarakat ramai.
Dengan perkataan lain:
“Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang
individu (dan bukan merupakan sifat
social yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya
untuk menciptakan sesuatu yang baru (Selo Soemardjan 1983)
4.
Faktor-faktor Pendorong
Kreativitas
Setiap orang memiliki potensi kreatif dalam
derajat yang berbeda-beda dan dalam bidang yang berbeda-beda. Potensi ini perlu
dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu diperlukan kekuatan-kekuatan
pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri.
Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat
memupuk daya kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik dari lingkungan
dalam arti sempit (keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat,
kebudayaan). Timbul dan tumbuhnya kreativitas dan selanjutnya berkembangnya
suatu kresi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari
pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan
bekerja (Selo Soemardjan 1983)
Tetapi ini tidak cukup, masyarakat dapat
manyediakan berbagai kemudahan, sarana dan prasarana untuk menumbuhkan daya
cipta anggotanya, tetapi akhirnya semua kembali pada bagaimana individu itu
sendiri, sejauh mana ia merasakan kebutuhan dan d orongan untuk bersibuk
diri secara kretif, suatu pengikatan untuk melibatkan diri dalam suatu kegiatan
lreatif, yang m,ungkin memerlukan waktu lama. Hal ini
menyangkut motivasi internal.
5.
Definisi Operasional
Kreativitas
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran,
keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan
untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu
gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
6.
Devinisi Kreativitas dari Clark
Clark berdasarkan hasil berbagai
penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan :
“Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi
keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi
dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic
function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark
1986).
Pentingnya berpikir Kreatif
Berpikir kreatif. Dua kata yang cukup banyak dipakai untuk
mengembangkan kemampuan dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan, baik
di sekolah, maupun di bidang bisnis.
Hampir semua perusahaan menuntut karyawannya agar memiliki kreatifitas yang tinggi. Kreatif muncul dengan lebih mendominankan fungsi otak kanan kita, bukan otak kiri. Namun, sangat disayangkan pendidikan di negara kita sangat di dominasi dengan cara berpikir otak kiri. Itu mengapa banyak sekali orang yang terbelenggu dan tidak bisa menghadapi tantangan perubahan zaman tanpa berpikir kreatif.
Hampir semua perusahaan menuntut karyawannya agar memiliki kreatifitas yang tinggi. Kreatif muncul dengan lebih mendominankan fungsi otak kanan kita, bukan otak kiri. Namun, sangat disayangkan pendidikan di negara kita sangat di dominasi dengan cara berpikir otak kiri. Itu mengapa banyak sekali orang yang terbelenggu dan tidak bisa menghadapi tantangan perubahan zaman tanpa berpikir kreatif.
Pentingnya berpikir kreatif tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam belajar, dan dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan.
Kreativitas penting untuk bisnis dan karir
Ide-ide
Anda diperlukan untuk keberhasilan bisnis dan karir. Tidak ada ide,
tidak ada tindakan. Tidak ada tindakan tidak akan ada sukses. Dengan
kreatifitas, anda bisa menghasilkan tindakan yang luar biasa. Karena
apakah cukup dengan tindakan yang biasa? Tidak cukup, jangan harap hanya
dengan tindakan biasa bisnis anda bertahan lama, sebab dunia cepat
berubah dan persaingan semakin ketat.
Sebagai contoh adalah
masalah modal. Keluhan yang paling sering diungkapkan orang yang ingin
memulai usaha adalah keterbatasan modal.Modal dipandang sebagai kunci
pembuka orang bisa masuk ke dalam dunia usaha. Tetapi, yang perlu anda
tahu bahwa sebenarnya kreatif dan jenius itu bisa diciptakan. Tinggal bagaimana cara anda mencari tahu caranya.
Tanpa
ketersediaan modal, baik modal sendiri maupun pinjaman maka tidak
mungkin orang memulai suatu usaha apalagi untuk bisa berkembang
sebagaimana yang telah dicapai para pengusaha yang ada saat ini. Padahal
modal bisa di dapatkan dengan kreatifitas. Bagaimana caranya? Tentu ada
banyak cara. Kuncinya adalah berpikir kreatif.
Pentingnya berpikir kreatif untuk pelajar
Pengembangan kemampuan berpikir kreatif
serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa adalah
penting. Kesadaran ini perlu dijadikan pijakan dalam pengembangan
kurikulum dengan mengedepankan pembelajaran konstekstual. Untuk itu para
guru perlu berbuat, merancang secara serius pembelajaran yang sifatnya
kreatif. Kemampuan kreatifitas dapat dikembangkan melalui kegiatan
pembelajaran.
Pentingnya berpikir kreatif dalam memecahkan masalah
Masalah
akan selalu muncul, selama anda hidup. Masalah itu ada seiring dengan
adanya kehidupan. Tugas kita adalah menyikapi masalah-masalah yang ada.
Cara seseorang menyikapi masalah akan berbeda. Dalam hal ini,
kreatifitas sangat membantu anda. Ada masalah yang sulit sekali
dipecahkan. Dan hanya dengan kreatifitas lah kita bisa memecahkan
masalah-masalah dengan cepat.
Banyak masalah-masalah yang
memerlukan kreatifitas. Tidak hanya masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi, juga masalah-masalah dalam bisnis, karir, pelajaran, dan
lain-lain.
Dengan kreatifnya seseorang dapat melakukan pendekatan
secara bervariasi dan memiliki bermacam-macam kemungkinan penyelesaian
terhadap suatu persoalan. Dari potensi kreatifnya, seseorang dapat
menunjukkan hasil perbuatan, kinerja/karya, baik dalam bentuk barang
maupun gagasan secara bermakna dan berkualitas.
Jadi kesimpulannya, kreatifitas sangatlah penting. Anda akan kalah dalam persaingan jika tidak mampu berpikir kreatif.
Sumber : http://www.ilawati-apt.com/pentingnya-berpikir-kreatif/
Langganan:
Komentar (Atom)



