Social Icons

Minggu, 11 Agustus 2013

Lima hal pokok yang penting dan perlu diperhatikan bagi para pemula bisnis

1. Ide yang hebat
Keilmuwan dan strata tidak menjamin seseorang memiliki ide yang hebat. Kadang ide hebat datang dari pengalaman seseorang dalam melakoni bisnis. Ide hebat bukan sesuatu yang berwujud, ia datang dari kerasnya daya pikir seseorang dan menguras banyak waktu untuk berpikir.

Atasan akan rela merekrut orang-orang yang memiliki banyak pengalaman bisnis, karena dipikirnya akan memberikan banyak sumbangsih ide-ide cemerlang.

2. Rekrut orang-orang terbaik
10 orang karyawan tidak akan banyak berpengaruh pada perkembangan bisnis Anda dibandingkan 1 orang yang memiliki kapasitas lebih. Masa ketidakstabilan bisnis Anda akan sangat membutuhkan orang-orang hebat yang mendukungnya.
Orang-orang hebat adalah yang memiliki kreatifitas, fleksibilitas, memiliki pemikiran dan ide-ide hebat, dan inovasi tinggi.

3. Tidak melulu prioritas pendidikan
Pendidikan memang menentukan untuk keahlian seseorang. Tapi tidak pula melulu soal pendidikan. Pasalnya keahlian seseorang dapat diasah dari pengalamannya dalam menjalankan bisnis.
Di banyak kasus bahkan pengusaha-pengusaha sukses berasal dari mereka yang tidak memiliki pendidikan terlalu tinggi. Pelaku entrepreneurship adalah ia yang berani mengeluarkan ide dan berani ambil resiko.

4. Independen, dan tidak terlalu terikat kepada karyawan.
Bisnis mulai berkembang, mulai kebanjiran order, klien mulai ketergantungan pada bisnis Anda. Merekrut beberapa karyawan mungkin bisa jadi pilihan yang tak terelakkan.
Merekrut karyawan baru bukan berarti melupakan yang lama. Merekomendasikan karyawan untuk beradaptasi dengan kebijakan yang baru atau diperbaharui pun menjadi alasan untuk kelanggengan. Namun, saat karyawan lama tak lagi bisa beradaptasi, tindakan melepaskan karyawan lama bisa menjadi pilihan akhir.

5. Bentuk tim solid dan transparan
Mendirikan sebuah start-up adalah hal yang sulit, tapi membuat start-up tersebut sampai menjadi sebuah perusahaan bisa menjadi sangat sulit. Jika Anda mempunyai ide yang hebat dan tim yang solid dibalik produk Anda, bisnis Anda berpotensi untuk berkembang.
Sumber :
http://www.smartbisnis.co.id/

Senin, 15 Juli 2013

SUPER SANLAT


 Kunjungi pula Gruf 
 

Ayo segera Daftar sebelum kehabisan!!!
 Informasi Pendaftaran ke :
02292303282 (bang Isma)
089661935625 /081322185738

Rabu, 12 Juni 2013

Institute Of Creative and Entrepreneurship (ICE)



Institute Of Creative and Entrepreneurship (ICE) merupakan fasilitas yang diharapkan mampu mewadahi insan Kreatif dalam menyalurkan kreatifitasnya, untuk kemakmuran dan kemamfaatan umat manusia. 
ICE adalah fasilitas nonfisik yang independen serta non profit yang mewadahi kumpulan komunitas-komunitas kreatif dan Entrepreneurship

Visi
Membangun generasi baru yang kreatif dan mandiri berdasarkan prinsif-prinsif egaliter dan kebedaan secara kultural

Misi :
  1. Mengembangkan Komunitas-komunitas Kreatif dan entrepreneurship di Indonesia dan menjembatani dialog dan kerja sama antar komunitas kreatif 
  2. Membuat program yang dirancang untuk memberikan pengalaman, dukungan, konsultasi dan jaringan (networking) untuk menciptakan peluang-peluang bisnis baru(ekonomi kreatif), pengembangan teknologi dan produk kretaif.
Nilai Dasar :
  1. Kreatif 
  2. Egaliter
  3. Mandiri 


 

Rabu, 22 Mei 2013

Kreatifitas Itu Apa?



1.      Kreativitas sebagai Proses
-  Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru,    apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock 1978)
-  Proses kreatif sebagai “ munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu di satu pihak, dan dari kejadian, orang-orang, dan keadaan hidupnya dilain pihak” (Rogers, 1982)
Penekanan pada :  - aspek baru dari produk kreatif yang dihasilkan
- aspek interaksi antara individu dan lingkungannya / kebudayaannya         
-  Kreativitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya. Tujuan pembangunan diri itu ialah untuk menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik (Alvian, 1983)
-  Kretaivitas adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfiir (Utami Munandar, 1977).
-  Guilford (1986) menekankan perbedaan berfikir divergen ( disebut juga berfikir  kreatif) dan berfikir konvergen.
Berfikir Divergen :  bentuk pemikiran terbuka, yang menjajagi macam-macam kemungkinan jawaban terhadap suatu persoalan/ masalah.
Berfikir Konvergen:  sebaliknya berfokus pada tercapainya satu jawaban yang paling tepat terhadap suatu persoalan atau masalah
Dalam pendidikan formal             pada umumnya menekankan berfikir konvergen dan kurang memikirkan berfikir divergen.
Torrance (1979) menekankan adanya ketekunan, keuletan, kerja keras, jadi jangan tergantung timbulnya inspirasi
2.      Kreativitas sebagai Produk
-          Kretaivitas sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru (1965).
-          Kecuali unsur baru, juga terkandung peran faktor lingkungan dan waktu (masa). Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri.
-          Kreativitas atau daya kreasi itu dalam masyarakat yang progresif dihargai sedemikian tingginya dan dianggap begitu penting sehinnga untuk memupuk dan mengembangkannya dibentuk laboratorium atau bengkel-bengkel  khusus tang tersedia tempat, waktu dan fasilitas yang diperlukan (Selo Sumardjan 1983).
Beliau mengingatkan pentingnya bagian Desain dan Penelitian dan Pengembangan sebagai bagian yang vital dari suatu industri
3.      Kreativitas ditinjau dari segi Pribadi
-          Kreatifitas merupakan ungkapan unik dari seluruh pribadi sebagai hasil interaksi individu, perasaan, sikap dan perilakunya.
-          Kreatifitas mulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biasanya seorang individu yang kreatif memiliki sifat yang mandiri. Ia tidak merasa terikat pada nilai-nilai dan norma-norma umum yang berlaku dalam bidang keahliannya. Ia memiliki system nilai dan system apresiasi hidup sendiri yang mungkin tidak sama yang dianut oleh masyarakat ramai.
Dengan perkataan lain:
“Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat  social yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru (Selo Soemardjan 1983)
4.      Faktor-faktor Pendorong Kreativitas
Setiap orang memiliki potensi kreatif dalam derajat yang berbeda-beda dan dalam bidang yang berbeda-beda. Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri.
Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat memupuk daya kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik dari lingkungan dalam arti sempit (keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat, kebudayaan). Timbul dan tumbuhnya kreativitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kresi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo Soemardjan 1983)
Tetapi ini tidak cukup, masyarakat dapat manyediakan berbagai kemudahan, sarana dan prasarana untuk menumbuhkan daya cipta anggotanya, tetapi akhirnya semua kembali pada bagaimana individu itu sendiri, sejauh mana ia merasakan kebutuhan dan d orongan untuk bersibuk diri secara kretif, suatu pengikatan untuk melibatkan diri dalam suatu kegiatan lreatif, yang m,ungkin memerlukan waktu lama. Hal ini menyangkut motivasi internal.
5.      Definisi Operasional Kreativitas
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
6.      Devinisi Kreativitas dari Clark
Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan :
“Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).

Pentingnya berpikir Kreatif

Berpikir kreatif. Dua kata yang cukup banyak dipakai untuk mengembangkan kemampuan dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan, baik di sekolah, maupun di bidang bisnis.

Hampir semua perusahaan menuntut karyawannya agar memiliki kreatifitas yang tinggi. Kreatif muncul dengan lebih mendominankan fungsi otak kanan kita, bukan otak kiri. Namun, sangat disayangkan pendidikan di negara kita sangat di dominasi dengan cara berpikir otak kiri. Itu mengapa banyak sekali orang yang terbelenggu dan tidak bisa menghadapi tantangan perubahan zaman tanpa berpikir kreatif.
Pentingnya berpikir kreatif tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam belajar, dan dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan.

Kreativitas penting untuk bisnis dan karir

Ide-ide Anda diperlukan untuk keberhasilan bisnis dan karir. Tidak ada ide, tidak ada tindakan. Tidak ada tindakan tidak akan ada sukses. Dengan kreatifitas, anda bisa menghasilkan tindakan yang luar biasa. Karena apakah cukup dengan tindakan yang biasa? Tidak cukup, jangan harap hanya dengan tindakan biasa bisnis anda bertahan lama, sebab dunia cepat berubah dan persaingan semakin ketat.
Sebagai contoh adalah masalah modal. Keluhan yang paling sering diungkapkan orang yang ingin memulai usaha adalah keterbatasan modal.Modal dipandang sebagai kunci pembuka orang bisa masuk ke dalam dunia usaha. Tetapi, yang perlu anda tahu bahwa sebenarnya kreatif dan jenius itu bisa diciptakan. Tinggal bagaimana cara anda mencari tahu caranya.
Tanpa ketersediaan modal, baik modal sendiri maupun pinjaman maka tidak mungkin orang memulai suatu usaha apalagi untuk bisa berkembang sebagaimana yang telah dicapai para pengusaha yang ada saat ini. Padahal modal bisa di dapatkan dengan kreatifitas. Bagaimana caranya? Tentu ada banyak cara. Kuncinya adalah berpikir kreatif.

Pentingnya berpikir kreatif untuk pelajar

Pengembangan kemampuan berpikir kreatif serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa adalah penting. Kesadaran ini perlu dijadikan pijakan dalam pengembangan kurikulum dengan mengedepankan pembelajaran konstekstual. Untuk itu para guru perlu berbuat, merancang secara serius pembelajaran yang sifatnya kreatif. Kemampuan kreatifitas dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran.

Pentingnya berpikir kreatif dalam memecahkan masalah

Masalah akan selalu muncul, selama anda hidup. Masalah itu ada seiring dengan adanya kehidupan. Tugas kita adalah menyikapi masalah-masalah yang ada. Cara seseorang menyikapi masalah akan berbeda. Dalam hal ini, kreatifitas sangat membantu anda. Ada masalah yang sulit sekali dipecahkan. Dan hanya dengan kreatifitas lah kita bisa memecahkan masalah-masalah dengan cepat.
Banyak masalah-masalah yang memerlukan kreatifitas. Tidak hanya masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, juga masalah-masalah dalam bisnis, karir, pelajaran, dan lain-lain.
Dengan kreatifnya seseorang dapat melakukan pendekatan secara bervariasi dan memiliki bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu persoalan. Dari potensi kreatifnya, seseorang dapat menunjukkan hasil perbuatan, kinerja/karya, baik dalam bentuk barang maupun gagasan secara bermakna dan berkualitas.
Jadi kesimpulannya, kreatifitas sangatlah penting. Anda akan kalah dalam persaingan jika tidak mampu berpikir kreatif.

Sumber : http://www.ilawati-apt.com/pentingnya-berpikir-kreatif/